Jumat, 12 Juni 2015

peradaban awal diwilayah eropa

Nama kelompok 5 :
1. Arie Pratama
2. Dita Tryatmaja
3. M.Ade Saputra
4. Risky Renaldi Satia
5. Yanna Afriani
3. Peradaban Awal di Wilayah Eropa
a. Peradaban Yunani kuno
            Yunani Kuno adalah peradaban dalam sejarah Yunani yang dimulai dari periode Yunani Arkais pada abad ke-8 sampai ke-6 SM, hingga berahirnya Zaman Kuno dan dimulainya Abad Pertengahan Awal.[1]Peradaban ini mencapai puncaknya pada periode Yunani Klasik, yang mulai berkembang pada abad ke-5 sampai ke-4 SM. Pada periode klasik ini Yunani dipimpin oleh negara-kota Athena dan berhasil menghalau serangan Kekaisaran Persia. Masa keemasan Athena berakhir dengan takluknya Athena kepada Sparta dalam Perang Peloponnesos pada tahun 404 SM. Seiring penaklukan olehAleksander Agung, kebudayaan Yunani, yang dikenal sebagaiperadaban Hellenistik, berkembang mulai dari Asia Tengah sampai ujung barat Laut Tengah.
Istilah "Yunani Kuno" diterapkan pada wilayah yang menggunakanbahasa Yunani pada Zaman Kuno. Wilayahnya tidak hanya terbatas pada semenanjung Yunani modern, tapi juga termasuk wilayah lain yang didiami orang-orang Yunani, di antaranya Siprus dan Kepulauan Aigea, pesisir Anatolia (saat itu disebut Ionia), Sisilia dan bagian selatan Italia (dikenal sebagai Yunani Besar), serta pemukiman Yunani lain yang tersebar sepanjang pantai Kolkhis, Illyria, Thrakia, Mesir,Kyrenaika, Galia selatan, Semenanjung Iberia timur dan timur laut,Iberia, dan Taurika.
Oleh sebagian besar sejarawan, peradaban ini dianggap merupakan peletak dasar bagi Peradaban Barat.[2][3][4] Budaya Yunani memberi pengaruh kuat bagi Kekaisaran Romawi, yang selanjutnya meneruskan versinya ke bagian lain Eropa. Peradaban Yunani Kuno juga sangat berpengaruh pada bahasa, politik, sistem pendidikan, filsafat, ilmu, dan seni, mendorong Renaisans di Eropa Barat, dan bangkit kembali pada masa kebangkitanNeo-Klasik pada abad ke-18 dan ke-19 di Eropa dan Amerika.
1)  Ilmu pengetahuan dan teknologi
Bangsa Yunani telah memiliki berbagai macam pengetahuan dan teknologi yang tinggi, yakni menciptakan perahu layar yang ramping sebagai sarana untuk mengarungi Laut Tengah dan menghubungkan daratan Yunani dengan daerah-daerah pantai timur Pulau Sisilia, membuat barang-barang dari tanah liat. Menghasilkan karya arsitektur yang megah seperti kuil Zeus, kuil Parthenon dan Gedung Teater Raksasa, mengembangkan industri untuk menunjang perdagangannya, yakni keramik yang bentuknya beraneka ragam dan dihias dengan indah. Menghasilkan karya benda-benda logam berkembang pesat terutama untuk menyediakan alat-alat perang.
Orang Yunani amat tertarik pada ilmu pengetahuan sebagai cara untuk mengubah ketidakberaturan menjadi keberaturan, dan untuk memiliki kekuatan yang luar biasa dari hal-hal yang kuat seperti lautan dan cuaca. Sekitar tahun 600 SM, banyak pria Yunani yang mengamati planet dan matahari, dan berusaha mencari tahu bagaimana dunia berjalan. Mereka banyak belajar dari bangsa Babilonia, yang amat bagus dalam astronomi dan juga sangat tertarik pada bidang ini.
Sebagai kota besar di yunani, Athena telah melahirkan banyak ahli pikir yang mewariskan pengetahuannya bagi umat manusia. Tepatlah ungkapan Socrates yang menyatakan, “Bila anda ingin menemukan orang kuat pergilah ke Sparta, tetapi bila anda ingin menjumpai orang pintar dan bijak, datanglah ke Athena”. Berikut ini 3 orang filsuf yang terkenal dari yunani.
a)   Socrates (469-399 SM) mengajarkan tentang filsafat etika atau kesusilaan dengan logika sebagai dasar untuk membahasnya.
b)   Plato (427-347 SM) mengajarkan tentang filsafat ide.
c)   Aristoteles (384-322 SM) adalah murid plato. Ia merupakan ahli di bidang biologi dan ketatanegaraan.
Kemajuan bangsa yunani di bidang ilmu pengetahuan dari deretan ilmuan sebagai berikut:
a)   Pythagoras (750-500) adalah ahli matematika yang melahirkan dalil untuk segitiga siku-siku. Pythagoras ia banyak berfilsafat tentang angka. Salah satu dalil yang terkenal menyebutkan bahwa dalam segitiga siki-siku, jumlah kuadrat kedua sisinya sama dengan kuadrat sisi depan sudut siku-siku.
b)   Hipokrates adalah bapak kedokteran.
c)   Archimedes (287-212 SM) menciptakan teori gravitasi dan teori benda mengapung. Arkhimedes mengemukakan sebuah teori bahwa berat benda terapung sama dengan benda cair yang dipindahkan.
d)   Thales berpendapat alam fisik terdiri atas satu bahan dasar, yaitu air.
e)   Analisagoras berpendapat materi terdiri atas beraneka ragam zat renik.
f)   Democritus adalah ahli atom.
g)   Euclid adalah ahli ilmu ukur.
h)   Herodotus (484-425 SM) adalah bapak ilmu sejarah yang pertama kali mengembangkan sejarah tertulis. Herodotos ia banyak mengunjungi daerah-daerah lain, seperti Mesir dan Persia.
i)    Thucydides (460-393 SM) adalah ahli sejarah yang menulis tentang perang peloponesoso. Thukydides yang menulis tentang Perang Peloponnesos antara Sparta dan Athena. Penulisannya bersifat kritis sehingga ia dianggap sebagai pelopor penulisan sejarah modern.

Pada waktu itu mereka juga sudah mampu membuat teknologi-teknologi yang canggih seperti:
·         Menciptakan perahu layar yang ramping sebagai sarana untuk mengarungi laut tengah dan menghubungkan daratan yunani dengan daerah-daerah pantai timur pulau sicilia.
·         Membuat barang-barang dari tanah liat.
·         Menghasilkan karya arsitektur yang megah seperti kuil zeus, kuil partenon dan gedung teater raksasa.
·         Mengembangkan industri untuk menunjang perdagangannya, yakni keramik yang bentuknya beraneka ragam dan dihiasi dengan indah.
·         Menghasilkan karya-karya benda logam berkembang pesat terutama untuk menyediakan alat-alat perang
2)  Kepercayaan
Bangsa Yunani juga menyembah dewa-dewa yang di gambarkan sebagai manusia biasa tetapi lebih sempurna. Dewa tersebut adalah Zeus yang dianggap sebagai para dewa dan bapak semua manusia. Ia menguasai langit dan bumi, serta bertahta di bukit Olympus, permaisurinya bernama Hera yang merupakan dewi perkawinan.
Dewa Apollo merupakan dewa matahari dan menjadi pelindung bagi para penyair, ia tinggal di bukit Hellikon. Pallas Athena adalah dewa pelindung dan perkawinan, Aphrodite adalah dewi kecantikan, Hermes merupakan dewa perdagangan, sedangkan Poseidon merupakan dewa laut. Hades adalah menjadi dewa kematian yang tinggal di Dunia Bawah, ia di jaga oleh ajingnya yang bernama Kerberos. Selain dewa tersebut masih banyak dewa lainnya dalam kepercayaan bangsa Yunani. Di samping itu, bangsa Yunani juga percaya adanya manusia setengah dewa.
Bangsa Yunani juga percaya pada ramalan Delphi. Delphi adalah nama sebuah kota tempat tinggal sejumlah dewa. Bila bangsa Yunani akan melakukan sesuatu yang besar, mereka datang ke Delphi terlebih dahulu untuk memperoleh ramalan. Orang yang mempin upacara itu adalah pendeta-pendeta perempuan. Setelah membakar suatu bahan yang aspnya dapat memabukkan, pendeta-pendeta itu mengatakan sesuatu yang kemudian ditafsirkan memiliki hubungan dengan rencana yang akan di jalankan.
Agama Yunani meliputi kumpulan kepercayaan dan ritual yang dipraktikkan di Yunani kuno baik dalam bentuk agama umum yang populer maupun praktik kultus. Kelompok yang berbeda ini cukup beragam untuk disebut agama-agama Yunani atau "kultus-kultts", meskipun kebanyakan memiliki kesamaan. Pengaruh agama Yunani meluas pula sampai di luar Yunani. Banyak orang Yunani yang menyembah dewa dan dewi utama: Zeus, Poseidon (dewa laut), Hades, Apollo (dewa kesenian) ,Artemis (dewi perburuan), Afrodit (dewi kecantikan), Ares (dewa perang), Dionisos, Hefaistos, Athena (dewi pengetahuan), Hermes (dewa niaga), Demeter,Hestia dan Hera meskipun filsafat semacam Stoikisme dan beberapa bentuk Platonisme menggunakan bahasa yang nampaknya menunjukkan dewa tunggal yang transenden. Kota-kota yang berbeda kadang menyembah dewa yang sama, kadang dengan julukan yang mencirikan mereka sesuai dengan keadaan lokal. Praktik keagamaan orang Yunani meluas sampai ke luar daratan utama Yunani, ke pesisir Ionia di Asia Kecil, ke Yunani Besar (Sisilia dan Italiaselatan) dan ke koloni-kolon Yunani yang tersebar di Mediterania Barat, seperti misalnya di Massalia (Marseille). Agama Yunani dipengaruhi oleh kepercayaan dan kultus Etruska untuk kemudian membentuk banyak bagian dari agama Romawi Kuno.
3)  Sistem pemerintahan
Yunani tidak pernah memiliki sistem pemerintahan sentralisasi karena tiap-tiap polis mengembangkan sistem pemerintahan masing-masing. Pada uraian berikut ini Anda dapat mempelajari sistem pemerintahan dari dua polis yang terkemuka di Yunani yaitu Sparta dan Athena dengan konstitusi yang berbeda.
Pemerintahan Sparta dijalankan oleh 2 orang raja yang absolut dan turun temurun. Selain Raja, ada jabatan ephor selaku penasehat yang berjumlah 5 orang. Lembaga yang lain beranggotakan hanya 28 orang yang berusia 60 tahun atau lebih, disebut Gereousia.
Kehidupan di Athena berbeda dengan di Sparta. Jika warga Sparta mempunyai kewajiban untuk tugas-tugas pemerintahan dan pertahanan negara maka warga Athena dalam suasana demokrasi memiliki kemerdekaan berpikir, berpendapat serta maju dalam bidang politik, ekonomi, seni batik, seni pahat, seni bangunan maupun seni sastra. Athena mengalami evolusi pemerintahan yang sempurna semula golongan aristokrat(bangsawan) mengesyahkan kekuasaan oligarkhi (pemerintahan di tangan sekelompok orang). Kemudian beralih ke sistem pemerintahan tirany (pemegang kekuasaan di tangan satu orang yang berkuasa penuh) kemudian berubah lagi menjadi sistem demokrasi Pemerintahan demokrasi di Athena mencapai puncak kejayaan pada masa Perikles (462 - 429 Sebelum Masehi). Beberapa negarawan dan pendekar hukum sebelum Perikles antara lain Drako (621 Sebelum Masehi), Solon (594 Sebelum Masehi), Kleistenes (508 Sebelum Masehi).
Untuk menjaga kehidupan yang demokratis maka ada kebiasaan untuk mengasingkan atau mengucilkan seorang penguasa yang pada suatu tahap dalam pemerintahannya telah dicurigai berusaha menjadi penguasa mutlak yang dapat membahayakan negara. Tindakan pengucilan itu disebut ostrakisme. Istilah ostrakisme berasal dari kata ostrakon yaitu pecahan pot dari tanah liat.
Setiap penduduk dapat menuliskan nama tokoh yang dianggap berbahaya pada Ostrakon. Jika terdapat nama seseorang dalam jumlah tertentu tertulis dalam Ostrakon maka ia akan diasingkan. Hasil penggalian di Athena pernah ditemukan tidak kurang dari 1000 Ostrakon yang tertulis antara lain nama Perikles. Ostrakon bermanfaat mengingatkan kita untuk selalu menjaga keseimbangan antara ambisi pribadi dengan kepentingan Negara.
Berikut ini adalah sejarah mengenai pemerintahan di beberapa negara kota yang terkenal di Yunani kuno:
·         Sejarah Pemerintahan Athena
·         Sistem Pengadilan Athena
·         Sejarah Pemerintahan Korinthos
·         Sejarah Pemerintahan Sparta

4)  Kebudayaan
1.Seni
Sastrawan terkenal dari Yunani adalah Homerus yang menulis kitab Illiad dan Odysseia. Kedua kitab tersebut berkaitan erat dengan kejadian sejarah yang disebut perang Troya. Kota Troya terletak di Semenanjung Anatolia di Selatan Selat Dardanella. Seorang peneliti dari Jerman yang bernama Heinrich Schlieman telah menemukan beberapa bukti peninggalan peradaban kota Troya seperti yang dilukiskan dalam karya Komerus tersebut. Kitab Illiad menceritakan kejadian perang Troya yang disebabkan karena puteri Helena dari Sparta dilarikan oleh Pangeran Paris dari Troya. Terjadilah peperangan antara raja Agamemmon dari Yunani dengan raja Priamus dari Troya. Pahlawan Troya yang bernama Hector dapat dikalahkan oleh pahlawan Yunani yang bernama Achilles. Tentara Yunani dapat memenangkan perang melalui siasat “Kuda Troya” atas ide raja Odysseus.
2.  Seni Teater
        Selain seni satra karya homerus yang bersifat wiracarita (cerita kepahlawanan), masyarakat yunani juga menyenangi seni drama. Orang yunanilah yang pertama menulis drama yang dapat merasakan tentang orang lain dari sisi kehidupan, cerita, kebencian, pembunuhan, misteri, dan lain-lain. Beberapa tokoh drama tragedi, antara lain Aeschylus dengan karyanya yang berjudul Oresteia, Spochles dengan karyanya berjudul Antigone. Adapun drama komedi tokohnhya Aristophanes dengan karyanya berjudul Lysistrata. Drama-drama awal lebih kepada bentuk agama dan kepercayaan. Di anatara drama-drama yang terkenal ialah The Persians, Prometheus Bound, Antigone, The Trojan Women, dan Oedipus. Drama-drama itu terbentuk komedi dan tragedi. Sementara bidang teater berkembang pesat pada abad ke-5 SM. Teater diadakan pada masa pesta Dlonysus atau Dewa Wain. Pelakon-pelakon teater terdiri atas kaum lelaki. Teater mendapat sambutan yang baik dari rakyat.
       3. Seni Bangunan
       Seni pahat pada awalnya seni patung/ pahat yunani menghasilkan patung seperti patung bangsa mesir, kemudian dikembangkan menjadi lebih hidup dengan gaya naturalis.
Ø  Dalam Bidang Arsitektur Dan  Kebudayaan.
Pertumbuhan kebudayaan Romawi mengambil serta menyerap banyak kebudayaan yang muncul terlebih dahulu, yakni kebudayaan Yunani dan Timur Klasik. Dalam bidang Arsitektur misalnya, Rumah-rumah dewa atau kuil yang dibangun memiliki ukuran besar. Kuil-kuil yang dekat Tiber dan Kubah Pantheon misalnya, berukuran besar tersebut antara lain Tempel Jupiter (abad ke-6 SM), Appolo dan Venus di Roma. Untuk setiap bangunan kuil tersebut di gunakan tiang-tiang penyangga. Batang tiang penyanggga atap menggunakan menggunakan kepala tiang dengan ciri-ciri Yunani seperti Doria, Ionia, dan Korinthus
Diberbagai pesta, para istri selalu ikut duduk mendampingi suami. Ia merupakan ibu rumah tangga berkewajiban mendidik dan mengajar anak-anaknya, jika suaminya seorang pedagang, ia juga bisa membantu pekerjaan suaminya. Posisi wanita Romawi yang dipuji dalam keluarga, menjadikan mereka percaya diri membantu untuk menciptakan kestabilan dan membentuk karakter khas dalam keluarga orang-orang Romawi. Mereka banyak diwarisi dari kultur (kebudayaan) keluarga Etruska dan sedikit dari orang-orang Yunani. 
Ø  Dalam Bidang Keseniaan.
Gaya orang-orang Yunani dalam seni potret untuk melukis seorang tokoh dalam pemerintah mengilhami pula pada diri para seniman Romawi. Selama periode Republik, para seniman Romawi banyak melukis orang-orang yang duduk dalam pemerintahan yang sebagai konsul, censor, atau pada lembagatribune
Bangsa Romawi juga senang pada keindahan rumahnya. Dinding bagian dalam rumah dihias dengan lukisan untuk memberikan kesan luas. Kegiatan memperindah dinding ini biasa pada dinding rumah dengan cara melukis pemandangan alam dan bangunan-bangunan rumah yang seolah-olah terlihat dari jendela. Dengan demikian Cara melukis yang dilakukan oleh orang Romawi memdapat pengaruh besar dari Yunani. Dari seni melukis pada dinding ini banyak ditemukan peninggalan-peninggalan yang merupakan hasil kebudayaan masyarakat Romawi. Salah satu dari sekian banyak peninggalan kebudayaan ini adalah peninggalan lukisan didinding rumah yang terdapat di Pompeii. Peninggalan lainnya terdapat di Roma yang menggambarkan pengantin perempuan dan teman-temannya sedang mempersiapkan upacara perkawinan. Selain pada dinding rumah, seni lukis juga ditemukan pada mangkuk, jambangan, piring dan tempat bunga.
Ø  Dalam Bidang Kesusasteraan.
Seorang bangsawan Romawi dalam mengungkapkan hasil dari pemikirannya dalam bentuk sebuah karya Sastra, Mereka mempelajari tentang orang Yunani sebagai contohnya. Kaum terpelajar Romawi tidak henti-hentinya dipengaruhi oleh Kesusasteraan Yunani. Seorang sastrawan pertama yang mempergunakan bahasa latin dalam seni sastra adalah seorang yang berasal dari Yunani, yang bernama Lucius Livius Andronicus,  yang menjadi seorang guru di romawi dan menerjemahkan karya sastra yg berjudul Oddyssey. Dia mementaskan drama terjemahnnya dan bahkan memegang salah satu peran didalamnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa bahwa bahasa latin dari dialeknya menjadi bahasa dunia dan setelah mendapat pengaruh Yunani menjadi Luwes untuk menciptakan hasil sastra yang indah, seperti karya Lucius Livius Andronicus pada masa Abad tengah,maupun kelak pada Zaman Renaissance dan Zaman Mondern. Sebelum Abad Masehi, bahasa latin telah disesuaikan dengan penuh ekspresi pada kesusastraan Yunani yang telah mengilhaminya tidak dapatkan bentuk-bentuk kesusasteraan baru yang dikembangkan oleh orang-orang Romawi, walaupun bahasa latin sudah dianggap sebagai bangsa Romawi.
Ø  Dalam Kehidupan Agama diRoma Masa Republik.
Agama primitif pada masa sebelum berdirinya Republik Romawi itu, setiap rokh atau disebut dengan nama numina, masing-masing mempunyai nama, seperti Vesta, pengurus api tungku, Lares, sebagai penjaga rumah dan batas-batas bidang masing-masing keluarga: Pinates penunggu lumbung. Rokh-rokhyang berurusan dengan pertanian setempat itu lama kelamaan berkembang menjadi dewa-dewa tetap, seperti apa yang terjadi di Yunani. Kepercayaan terhadap para rokh yang kemudian dijadikan sebuah sistem gagasan agama, pada hakekatnya agama orang romawi segala sesuatunya dipinjam dan mendapat pengaruh dari luar, pengaruh besar pertama dari luar beraal dari agama tetangganya, yaitu orang Etruska. Mereka menambahkan peraturan-peraturan agama lebih halus pada upacara agama Romawi Klasik yang sederhana. Mereka memperkenalkan kuil dan pawai agama, ide dewa dengan wajah manusia, penggunaan patung dan arca.
Ketika orang-orang Romawi berhasil mengusai pemerintahan Republik, kemudian mulai menebarkan kekuasaannya di berbagai wilayah penjuru dunia, termasuk diberbagai di wilayah Yunani, mereka banyakl mendapat pengaruh konsep-konsep agama Yunani. Dalam beberapa pandangan agama ternyata agama orang-orang Romawi mirip dengan agama orang Yunani. Terjadi hubungan yang erat antara manusia dan dewa. Keduanya merupakan bagian dari alam semesta. Perlu diketahui, bahwa melalui orang-orang Etruskha yang membuka jalan bagi orang Romawi untuk menjalin hubungan penting pertama dengan dewa-dewa Yunani, banyak diantara dewa-dewi Yunani yang akhirnya benar-benar diserap hampir tanpa perubahan.
Ø  Dalam Bidang Pendidikan.
            Kaum bangsawan dan kasatria sebagai the rulling class hanya mencakup sebagian kecil masyarakat Romawi. Peluang dan kesempatan keluarga mereka untuk memperoleh dan menikmati pendidikan jauh lebih besar dibanding dengan keluarga rakyat jelata yang tidak memiliki hak penuh sebagai warga Negara. Anak lelaki dan perempuan keluarga kaya mempunyai guru pribadi dirumah yang biasanya guru-guru mereka banyak berasal dari orang-orang Yunani yang sejak runtuhnya peradaban Yunani banyak diantara mereka yang berpindah ke Romawi, orang- orang Yunani mengajarkan cara-cara berhitung, menulis, dan membaca huruf Latin.
Ø  Dalam Bidang Status Sosial (Pola berpakaian)
            Pakaian para wanita kaya Roma menunjukkan status sosial tinggi. Baju-baju wanita Romawi mendapat pengaruh dari Model baju wanita Yunani, seperti pemakaian jubah yang panjangnya sampai kelutut. Jenis-jenis kain untuk membuat baju-baju mereka terdiri dari kain untuk membuat baju-baju mereka terdiri dari kain untuk membuat baju-baju mereka terdiri dari kain-kain terpilih, halus, dan termasuk jenis kain linen. Mereka sangat menyenangi berbagai perhiasan yang melingkari lehernya, peniti, subang, gelang dan cincin.
Ø  Dalam Bidang Ilmu Pengetahuan
Dalam lapangan ilmu pengetahuan, bangsa Romawi bukanlah pencipta teori-teori, tetapi pelaksana teori yang telah ada sejak zaman Yunani. Dengan ini mata rantai yang seakan-akan putus dalam perkembangan ilmu pengetahuan menjadi tumbuh kembali. Bila sarjana Yunani adalah ahli teori, maka sarjana Romawi adalah ahli praktek. muncul berbagai displin ilmu seperti Matematika (Euklides), Fisika (Archimedes), Astronomi (Aristrakus), Geografi (Erastisfene).






                

makalah tentang "perubahan sosial dan pendidikan"

Makalah
“Perubahan Sosial dan Pendidikan”



Oleh   :
Yanna Afriani
Kelas  : X.iis 3

SMA N 1 Muara Bungo Tahun Ajaran 20 14/ 20 15

KATA  PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT, atas segala rahmat dan karunia – Nya  sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Perubahan Sosial Dan Pendidikan” sesuai dengan target waktu yang ditentukan.
Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada :
2.       Kedua orang tua serta sekeluarga yang telah memberikan dorongan dan doanya demi terselesaikan makalah ini;
4.       Teman – teman ips  khususnya kelas X.iis 3  yang  telah memberikan segala dukungan, saran dan bantuannya dalam proses penyusunan makalah  ini.
5.      Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Penulis juga menerima segala kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya penulis berharap, semoga makalah ini dapat bermanfaat.
                                                                 



 Muara Bungo, 23 Mei 20 15

                                                                                                
Penulis








i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR  
DAFTAR ISI 

BAB I. PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang………………………………………………………………………1  
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………….1
1.3 Tujuan………………………………………………………………………………….1  

BAB II. PEMBAHASAN 
2.1 Aspek – aspek Penyebab Perubahan Sosial………………………..2  
2.2 Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia…………………………...3

BAB III. PENUTUP  
3.1  Kesimpulan……………………………………………………………………………….6
3.2  Saran……………………………………………………………………………………....6

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………….…..7



  








ii
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan ada dan hidup di dalam masyarakat, maka keduanya memiliki hubungan ketergantungan yang erat. Pendidikan mengabdi kepada masyarakat dan masyarakat menjadi semakin berkembang dan maju melalui pendidikan. Pendidikan adalah sebuah proses pematangan dan pendewasaan masyarakat. Maka lembaga-lembaga pendidikan harus memahami perannya tidak sekadar menjual jasa tetapi memiliki tugas mendasar memformat Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Masyarakat ternyata tidak statis, tetapi dinamis, bahkan sangat dinamis.Pada masa sekarang ini masyarakat mengalami perubahan sosial yang sangat pesat.Isu postmodernisasi dan globalisasi sebenarnya ingin merangkum pemahaman suatu perubahan yang sangat cepat dan dahsyat. Modernisasi adalah proses perubahan masyarakat dan kebudayaannya dari hal-hal yang bersifat tradisional menuju modern. Globalisasi pada hakikatnya merupakan suatu kondisi meluasnya budaya yang seragam bagi seluruh masyarakat di dunia.Globaliasi muncul sebagai akibat adanya arus informasi dan komunikasi yang begitu cepat. Sebagai akibatnya, masyarakat dunia menjadi satu lingkungan yang seolah-olah saling berdekatan dan menjadi satu sistem pergaulan dan budaya yang sama.


Sosiologi pendidikan memainkan perannya untuk ikut memformat pendidikan yang mampu berkiprah secara kontekstual. Sistem, muatan, proses dan arah pendidikan perlu ditata ulang dan diatur secara khusus sehingga mampu menjawab sekaligus bermain di arena perubahan sosial tersebut.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Aspek – aspek yang menyebabkan terjadinya Perubahan Sosial ?
2.      Bagaimana perubahan sosial masyarakat Indonesia ?

1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dari karya tulis ilmiah ini adalah:
1.      Mengetahui aspek – aspek yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial
2.      Mengetahui perubahan sosial masyarakat Indonesia.

1
BAB II PEMBAHASAN
                                    
Aspek-Aspek Penyebab Perubahan Sosial

A.  Demokratis                   
Dalam sistem pemerintahan telah terjadi perubahan penyelenggaraan yang bersifat sentralik yang menghilangkan inisiatif atau prakarsa, kreativitas, keseragaman baik pribadi maupun masyarakat, kini kita memerlukan paradigma baru yang mampu menghidupkan dan mendorong serta mengaktualisasikan dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Kehidupan baru tersebut adalah kehidupan yang memberikan peluang kepada setiap orang, kelompok, organisasi, masyarakat untuk berpendapat, mengambil bagian secara aktif sesuai dengan kapasitasnya masing-masing namun tidak menyimpang dari aturan-aturan yang berlaku dan falsafah hidup bangsa Indonesia. Proses perubahan seperti itu adalah “demokratisasi”.
Demikian juga di bidang pendidikan semua warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh  pendidikan yang layak,juga mempunyai kewajiban untuk meningkatkan pendidikan nasional yang lebih berkualitas dan bertanggung jawab. Nilai-nilai dalam demokrasi adalah nilai-nilai yang mengakui kehormatan dan martabat manusia.
       Kehidupan yang demokratis tidak akan berkembang jika segala bentuk kehidupan ditentukan oleh penguasa atau mereka yang memiliki power dari atas. Konsekuensi dari kehidupan demokrasi adalah partisipasi dari segenap lapisan masyarakat tanpa pandang suku, agama, budaya, adat-istiadat, dan sebagainya. Dalam kehidupan yang demokratis rakyat diberi kesempatan untuk menyampaikan dan menyatakan pendapat sekalipun pendapat itu berbeda, menyampaikan aspirasi dan harapan-harapannya, memberikan masukan-masukan, memberikan kritik serta koreksi terhadap pimpinannya. Dengan demikian perkembangan dari bawah dan pemberdayaan rakyat adalah contoh dari bentuk-bentuk pengembangan kehidupan demokrasi.
B.  Globalisasi
       Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengantarkan manusia memasuki gerbang kehidupan masyarakt global. Globalisasi terjadi dalam berbagai bidang kehidupan, seperti politik, ekonomi, budaya, dan teknologi   .                                                                                                                                               2
Kehidupan global memungkinkan manusia untuk dapat menggunakan berbagai fasilitas yang tersedia seperti teknologi canggih, belajar, berkomunikasi dan bertukar informasi melalui internet untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan sikapnya pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan hidupnya baik secara fisik ,psikis maupun sosial dalam kaitannya dengan dampak positif kehidupan global.
   Emil Salim (1990) mengemukakan terdapat 4 kekuatan gelombang globalisasi yang paling kuat dan menonjol daya dobraknya, yaitu ;
1.  Bidang Iptek
2.  Bidang Ekonomi
3.  Bidang Lingkungan
  4.  Bidang Pendidikan
C. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
Temuan-temuan baru hasil riset secara langsung atau tidak merupakan kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bahwa peradaban manusia salah satunya sangat tergantung terhadap pada ilmu dan teknologi. Teknologi banyak menghasilkan perangkat, seperti alat transportasi, telekomunikasi, komputer dan peralatan
perang. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut dapat mengubah cara berfikir, cara bekerja, dan cara hidup manusia. 
Dalam kaitannya dengan perkembangan metode ilmiah berdasarkan tonggak-tonggak tersebut :
1. Tonggak Aristoteles
2. Tonggak Francis Bacon
3.  Tonggak Ketiga (Perkembangan dalam Abad XIX)
4.  Tonggak Keempat (Perkembangan Abad XX)

Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia
Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.  Gejala-gejala sosial yang dapat mengakibatkan perubahan sosial dalam masyarakat memiliki ciri-ciri antara lain:

1.     Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mereka mengalami perubahan baik lambat maupun cepat.

3
2.         Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya.
3.         Perubahan sosial yang cepat dapat mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang bersifat sementara sebagai proses penyesuaian diri
4.         Tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spiritual karena keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat

Bentuk-bentuk perubahan social pada masyarakat indonesia
A. Nasionalisme
1.    Pendidikan
Pendidikan melahirkan kelompok baru dalam masyarakat, yaitu kaum terpelajar atau golongan bangsa Indonesia berjuang dengan cara baru, yaitu melalui organisasi cendekiawan. Golongan terpelajar ini menyadari nasib bangsanya yang menderita akibat penjajahan sehingga mereka bangkit membentuk kekuatan social baru untuk berjuang mencapai kemerdekaan bangsanya melalui pergerakan nasional dengan mendirikan organisasi di bidang politik, ekonomi, social budaya, dan pendidikan.
2.    Diskriminasi 
Diskriminasi dibuktikan dengan adanya perlakuan yang berbeda terhadap orang-orang Belanda dengan perlakuan terhadap bangsa Indonesia. Akibatnya timbul perasaan harga diri yang tinggi pada orang kulit putih dan perasaan rendah diri bagi bagi orang-orang Bumi Putra. Kondisi ini menimbulkan penolakan dan pemberontakan dari orang-orang pribumi yang diwujudkan dalam pergerakan nasional atau yang disebut nasionalisme.
3. Pengaruh Paham Baru
     Revolusi yang terjadi di Eropa pada abad XIX membawa napas baru bagi negara terjajah di Asia, termasuk Indonesia. Hal itu menyebabkan munculnya suatu golongan baru dalam masyarakat yang mempunyai pandangan dan gagasan lain dalam mengantarkan rakyat Indonesia ke gerbang pembebasan diri dari belenggu penjajahan, Organisasi pergerakan nasional lainnya yang lahir kemudian diantaranya Sarikat Dagang Islam, Uische Partij, Muhammadiyah, Perguruan Taman Siswa, dan Partai Nasional Indonesia.
B. Otonomi
 Salah satu hasil dari gelombang reformasi total di Indonesia adalah lahirnya 2 undang –undang yang merupakan dasar hukum bagi pelaksanaan otonomi daerah yaitu Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
4
Undang – undang pemerintahan daerah mengatur pembagian wewenang kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kewenangan yang diberikan itu bersifat utuh mulai perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi untuk mendorong dan memperdayakan masyarakat, mengembangkan peran, dan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, demikian dikemukakan Djam’an Satori (1999). Mulyani (1999) mengemukakan ada tiga dasar pemikiran yang mendasari lahirnya Undang – undang Nomor 22 Tahun 1999, yaitu:
1.      Memberikan keleluasan kepada daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah,
2.      Penyelenggaraan otonomi daerah itu diharapkan dilakukan dengan prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, pemerataan dan keadilan, dan kemandirian; memperhatikan potensi serta keanekaragaman daerah menjaga keserasian hubungan pusat dan daerah serta meningkatkan peran dan fungsi legislatif, asas dekonsentrasi yang diikuti dengan dukungan pembiayaannya,
3.      Menghadapi tantangan persaingan global dengan memberikan kewenangan luas, nyata dan bertanggung jawab secara proporsional.
Tujuan penyerahan wewenang beberapa urusan Pemerintahan Pusat kepada Pemerintah Daerah, agar penyelenggaraan pemerintah dapat dilaksanakan lebih demokratis, layanan pemerintah terhadap masyarakat dapat dilakukan secara cepat, mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan sehingga dapat mewujudkan pemerataan dan keadilan, sekaligus memberikan perhatian dan peluang bagi pembangunan potensi dan keanekaragaman daerah. Undang – Undang Otonomi Daerah meletakkan kewenangan seluruh urusan pemerintah bidang pendidikan yang selama ini berada pada pemerintah pusat kepada pemerintah daerah mulai dari perencanaan, implementasi, sampai pada pengendalian.
Masalah yang diantisipasi dalam mengimplementasikan UUPD Tahun 1999 di bidang pendidikan, yaitu kepentingan nasional, mutu pendidikan, efisiensi pengelolaan, perluasan dan pemerataan, peran serta masyarakat, dan akuntabilitas.










5
BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan  :

1. Aspek-aspek yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial di Indonesia, diantaranya adalah demokratisasi, globalisasi, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
2. Perubahan sosial terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku. Perubahan sosial di Indonesia yakni dalam bentuk Nasionalisme dan Otonomi Daerah
B. Saran      :
                                      
Melihat perkembangan iptek yang sangat pesat, sebagai sumber daya manusia harus siap menerima perkembangan tersebut, dengan mempertimbangkan segi positif dan segi negatif yang ditimbulkan dari iptek itu sendiri. Baik ilmu pengetahuan maupun teknologi informasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia. Dengan begitu, sebaiknya antara ilmu pengetahuan dan teknologi informasi bisa berkembang selaras sehingga dapat membentuk perubahan sosial masyarakat yang lebih baik.















6

DAFTAR PUSTAKA

·        Wahyudin, Din. 2008. Materi Pokok Pengantar Pendidikan Cetakan 4. Jakarta : Universitas Terbuka.
·        Balitbangdikbud. 1975. Pendidikan Di Indonesia:1900 – 1974. Jakarta: Balai Pustaka.
·        Supriadi, Dedi. (1997a). Isu Dan Agenda Pendidikan Tinggi Di Indonesia. Jakarta: Rosda Jayaputra.
·        Soehendro, Bambang. Kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang 1996 – 2005.Jakarta: Ditjen Dikti.
·        Van Der Wal, S.L. (1977). Pendidikan Di Indonesia 1900 – 1940:Kebijaksanaan Pendididkan Di Hindia Belanda 1900 – 1940. (Alihbahasa oleh Sumarsono Mestoko dan Achmad Dasuki). Jakarta: Balitbangdikbud.














7

teks eksposisi " berkendara mengutamakan kedisiplinan untuk keselamatan, bukan kecepatan"

Berkendara Mengutamakan Kedisiplinan untuk Keselamatan, bukan Kecepatan

 

Kendaraanbermotorsebagaialattransportasidarat di Indonesia telahmenyulapjalan-jalan di setiappelosoknegeriinimenjadipenuhwarna. Dalamkesehariannyaaktivitasmanusia Indonesia begituramaimenggunakankendaraanroda 2 danroda 4 (khususnya) sebagaialattransportasi yang sangatmemadaimenujusuatutempattujuan. Padatnyakonsentrasimasyarakatberkendaramenyebabkanterjadinyakepadatan volume kendaraan, yang takjarangmenyebabkanterjadinyakemacetan di hampir  sudutjalannegeriini.

Dibaliksemuafenomenadijalanan, para pengendarakendaraanbermotorwajibmemahamidanmentaatisetiaphal yang berlakudalamberlalulintas; mulaidarikelengkapansuratkendaraanbermotordansuratizinmengemudi, kondisipengemudidankondisikendaraan, pemahamantentangrambu-rambu/markajalan, dan tips sertatrikpositifdalamberkendara yang aman.
sesorangdikatakanberdisiplinmematuhiperaturanberlalu-lintasjikaiamematuhiperaturantentangapa yang tidakblehpadasaatberlalu-lintas di jalan, baikdalmbentukrambu-rambuatau pun tidak. Laranganmenjalankankendaraanmelebihibatas-bataskecepatantertentu di tempat-tempattertentu. Laranganmedahuluikendaraanlain, dansebagaunnyaperaturandalambentukrambu-rambusudahkitakenalibentukmaupunwujudnya, seperti: laranganperkiruntuktempat-tempattertentu; laranganmelintasuntukjenis-jenismobilangkutantertentupadajalan-jalantertentu; laranganmenjalankanbataskecepatan di jalur-jalurtertentu; sedangrambu-rambudapatberupakonvensietikaberlalulintas.

Kurangnya  public safety awareness  yang dimilikimasyarakatmenyebabkanmasyarakatdalamberlalulintastidakmengutamakankeselamatandanlebihbanyakmengutamakankecepatandanfaktorekonomi. Terkadangjugamsyarakattidakterlalupedulitetangkeselamatandiripengemudi,seperti: parker sembrangan di jalantolpadahalitusangatberbahayabagipeengemudilainnya yang melintas. Iniadalahbentukdisiplindalamberkendara motor yang sesuaidalamperaturan Negara tentangbentukkedisiplinandalamberkendara motor yaitu : helm berstandar SNI, keadaankendaraan yang prima, kelengkapansuratseperti SIM sebagaitandatelahcakapberkendaraan, STNK sebagaitandakepemilikan, mematuhirambu - rambu yang ada, pengaman dada, sarungtangandansepatu, pengendaradalamkeadaansehatatau prima.
Jadi, wajibbagisetiappengendarakendaraanbermotoruntukmembawaSuratTandaNomorKendaraan (STNK) sebagaibuktikendaraan yang sahdanSuratIzinMengemudi (SIM) sebagaibuktibahwaseseorangtelahlayakdanlolosujiuntukmenggunakankendaraanbermotor. Baik STNK maupun SIM wajibtercatatsecararesmi di KepolisianRepublik Indonesia, sebagaibuktiHukum yang sahdalamhalberkendara.
Jikaandabelummemahamirambu-rambu/markajalan yang menjadiaturanutamadalamberlalu-lintas, makajanganmenggunakankendaraanbermotor! Karenahalinisangatpentingbagikeselamamtandiriandadankeselamatan orang lain dalamberkendaraserta para pejalan kaki yang menggunakanbahujalanuntukberjalan kaki danzebra cross sebagaitempatmenyeberangjalan.


pengertian drama, unsur-unsur intrinsik drama, pengertian cerpen, unsur-unsur intrinsik cerpen dan sebuah cerita pendek (cerpen)

-Drama merupakan bentuk karya sastra berupa dialog yang dipentaskan terhadap khalayak ramai.
Unsur-unsur Intrinsik drama
1. Tema
Tema merupakan ide pokok atau gagasan utama yang mendasari suatu jalan cerita dari drama. 
2. Watak/Penokohan
Watak atau karakter tokoh dalam drama merupakan sifat yang dimiliki oleh pemeran drama dalam suatu pentas drama.
3. Latar/Setting
Merupakan keterangan yang menunjukkan tempat, suasana, waktu, dan situasi yang terjadi dalam drama.
4. Alur/Plot
Alur atau plot dalam drama merupakan rangkaian atau urutan cerita dalam suatu drama.
5. Amanat
Merupakan bagian yang menjelaskan mengenai sesuatu yang disampaikan penulis drama dari suatu pentas drama. 
-Cerpen / cerita pendek (short story) adalah jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita tentang manusia dan seluk beluknya lewat tulisan pendek.
Unsur (Intrinsik) dalam Cerpen          :
1. Tema
Yaitu gagasan inti. 
2. Alur atau Plot
Yaitu rangkaian peristiwa yang menggerakkan cerita untuk mencapai efek tertentu. Banyak anggapan keliru mengenai plot.
3. Penokohan
Yaitu penciptaan citra tokoh dalam cerita. Tokoh harus tampak hidup dan nyata hingga pembaca merasakan kehadirannya. 
4. Latar atau Setting
Yaitu segala keterangan mengenai waktu, ruang dan suasana dalam suatu cerita. 
5. Sudut Pandangan Tokoh
Diantara elemen yang tidak bisa ditinggalkan dalam membangun cerita pendek adlaah sudah pandangan tokoh yang dibangun sang pengarang. 


Pada suatu momen dimana sedang diadakannya ujian semester. Aldi dan Ibanu duduk sebangku, Sittha dan Dinnia duduk satu bangku di depannya, sementara itu Bhudiman duduk sendiri disamping Ibanu.

Mata pelajaran yang sedang di ujiankan yaitu mata pelajaran matematika, semua murid terlihat kebingungan dan kewalahan melihat soal ujian pada saat itu. Dan terjAldilah percakapan antara 5 siswa bersahabat tersebut, yaitu Aldi, Bhudiman, Ibanu, Sittha dan Dinnia.

Ibanu:      “Din, aku minta jawaban soal nomor  5 dan 6!”
Dinnia:         “A dan C”
Sittha:         “kalau soal nomor 10,11 dan 15 jawabannya apa Ban?
Ibanu:      “10 A, 11 D, nomor 15 aku belum”
Aldi:          “Huss, jangan kencang-kencang nanti gurunya dengar”
Sittha:         “soalnya sulit sekali, masih banyak yang belum aku kerjakan”

Mereka berempat saling contek-mencontek seperti pelajar lainnya. Tapi tidak dengan Bhudiman, ia terlihat rileks dan mengerjakan soal ujian sendiri tanpa mencontek.

Ibanu:      “Bud,kamu sudah selesai?”
Bhudiman:        “Belum, tinggal 3 soal lagi”
Ibanu:      “Aku minta jawaban nomor 15 sampai 20 Bud!”
Bhudiman:        “Tidak Bisa Ban,”
Ibanu:      “Kenapa? Kita sahabat bud, kita harus kerjasama”
Dinnia:         “Iya Bud, kita harus kerja sama”
Aldi:          “Iya, kamu kan yang paling pintar disini bud”
Bhudiman:        “tapi bukan kerjasama seperti ini teman-teman”
Sittha:         “Kenapa memang Bud? Hanya 5 soal saja!”
Bhudiman:        “Mencontek atau pun memberi contek adalah hal buruk, yang dosa nya sama. Aku tidak mau mencotek karena dosa, begitu pula member contek ke kalian. Aku minta maaf”
Sittha:         “Tapi saat ini, sangat mendesak Bud”
Dinnia:         “Iya Bud, bantu kami”
Bhudiman:        “tetap tidak bisa”
Aldi:          “yasudah, biarkan. Urus saja dirimu sendiri Bud, dan kami urus diri kami sendiri.” (marah dan kesal)
Ibanu:      “biarkan, kita lihat di buku saja”

Ibanu lalu mengeluarkan buku dari kolong bangkunya secara diam-diam, kemudian melihat rumus dan jawaban di dalamnya. Lalu Sittha menanyakan hasilnya.

Sittha:         “Bagaimana Ban? Ada tidak?
Ibanu:      “ada, kalian dengar ya. 15 A, 16 D, 17 D, 18 B, 19 A, 20 C”
Kareana suara Ibanu yang agak terdengar keras, Guru pun mendengarnya dan menghampiri mereka berempat.
Guru:      “Kalian ini, mencontek terus. Keluar kalian”

Mereka berempat di hukum di lapangan untuk menghormati tiang bendera.

Ibanu:      “Aku tidak menyangka akan seperti ini”
Dinnia:         “Aku juga tidak menyangka, akan dihukum”
Sittha:         “Seharusnya kita belajar ya”
Aldi:          “Iya, Bhudiman benar”
Ibanu:      “Disaat seperti ini, baru kita menyadarinya yah!”
Sittha:         “Aku menyesal!”
Aldi,Dinnia&Ibanu:   “Aku juga” bersama

Setelah itu Bhudiman keluar dari kelas dan menghampiri mereka. Kemudian Bhudiman ikut berdiri hormat seperti yang lain.

Dinnia:         “kenapa bud? Kamu di hukum juga?”
Bhudiman:        “Tidak, aku ingin menjalani hukuman kalian juga.
                                Kita sahabat kan? Aku ingin kita bersama”
Sittha:         “aku berharap ini menjAldi pelajaran kita semua”
Dinnia:         “dan tidak kita ulangi lagi”
Aldi:          “Kita sahabat sejati”

Kemudian mereka semua harus menjalani hukuman, namun dengan penuh senyum dan tawa. Persahabatan bisa mengalahkan semua keburukan.










                      persahabatan
Dia sering mengajakku kerumah-nya,dan aku pun sering mengajak nya kerumahku.Ia bernama DINDA dan aku bernama DITA. Aku suka bercerita tentang hidupku kepadanya,itu karna ia bisa memberiku nasihat dan membuatku semangat,biarpun di ejek teman-temanku.Dinda adalah tife orang peceria,ia selalu ceria biar ada yang nakal kepada-nya ataupun jail,tidak seperti aku Cuma di ejek aja aku sudah merasa ... eeeeehhhhmmmm. Pada suatu hari Dinda mengajakku jalan-jalan ke tempat bermain, aku saaaangat senang,kami bermain sepuas-nya,semua permainan kami coba,mulai dari komedi putar hingga rollkoster.sampai-sampai kami lupa waktu.sekarang sudah sore,akhirnya kami pulang kerumah masing-masing. Selama aku tetap bersamanya,hidupku akan terasa senang dan bahagia, biar diejek teman-temanku,karena ada dinda yang selalu menghiburku. Tapi, pada suatu hari ia tak hadir ke sekolah, sehabis pulang sekolah aku kerumah-nya. Tapi apaa? dirumahnya pun kosong,aku sangat bingung,kenapa hari ini dinda tak ada,biasanya kalau ia mau pergi ia selalu memberi tahuku.tapi kali ini tidak. Aku bingung skali. Besok harinya, disekolah dinda masih tidak hadir.Aku pun kembali lagi kerumah-nya,dan masih tidak ada orang-nya. Besok hari nya lagi disekolah ia tetap tidak hadir,kambali lagi aku kerumah-nya dan masih tidak ada.Setiap hari aku menunggnya di sekolah tapi ia tak kunjung hadir.setiap hari pun aku kerumahnya.dan dirumah-nya masih tak ada orang-nya. Akhirnya,hari-hariku, ku lewati sendirian,tidak lagi bersamanya,hari-hari pun berjalan dengan buruk.Teman-temanku tak ada yang mau menjadi temanku,mungkin…itu karna hidupku yang miskin. 


Jumat, 28 Februari 2014

lirik lagu grenade-bruno mars

Easy come, easy go
That’s just how you live, oh
Take, take, take it all,
But you never give
Should of known you was trouble from the first kiss, Had your eyes wide open -
Why were they open?
Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, you did
To give me all your love is all I ever asked, Cause what you don’t understand is
I’d catch a grenade for ya (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for ya (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for ya (yeah, yeah , yeah)
You know I’d do anything for ya (yeah, yeah, yeah) Oh, oh
I would go through all this pain, Take a bullet straight through my brain,
Yes, I would die for ya baby ; But you won’t do the same
No, no, no, no
Black, black, black and blue beat me till I’m numb Tell the devil I said “hey” when you get back to where you’re from
Mad woman, bad woman,
That’s just what you are, yeah,
You’ll smile in my face then rip the breaks out my car
Gave you all I had

And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, yes you did
To give me all your love is all I ever asked Cause what you don’t understand is
I’d catch a grenade for ya (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for ya (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for ya (yeah, yeah , yeah)
You know I’d do anything for ya (yeah, yeah, yeah) Oh, oh
I would go through all this pain, Take a bullet straight through my brain,
Yes, I would die for ya baby ; But you won’t do the same
If my body was on fire, ooh You’ d watch me burn down in flames You said you loved me you’re a liar Cause you never, ever, ever did baby…
But darling I’ll still catch a grenade for ya
Throw my hand on a blade for ya (yeah, yeah, yeah)
I’d jump in front of a train for ya (yeah, yeah , yeah)
You know I’d do anything for ya (yeah, yeah, yeah) Oh, oh
I would go through all this pain, Take a bullet straight through my brain,
Yes, I would die for ya baby ; But you won’t do the same.
No, you won’t do the same,
You wouldn’t do the same,
Ooh, you’ll never do the same,
No, no, no, no

Kamis, 27 Februari 2014

lirik Dil Ne Dil Ko Pukara - kahoo na pyaar hay

sitaro kimehdil megujegatarana
kehuto ke aya dil ka fasana
are dil me dil ko puka ra
lu me aya dil lume puka da
man zil pyar e puka da
me hu sa gel tum ho bina ta..
sitaro kimeh dil meguje gatarana
kehoto ke aya he dil ka pasana
are dil me dil ko pukara
tume aya dil lume pukada…

ajabe syamehe
ye..pyareki pehlu me zabke yarehe
ajabe ratehe
yaz pateki dilme pyar rehi pya rehe
pyar tum hara ye pyare hamara
hepupun nazara….
samana pusika he sara zamen na
yekesjeme kisika pyar ne dimana
are dil me dil ko pukada
tu me aya dil lume puka da
man zil pyar epuka da
me hu sa gel tum hobinata….

Ajabe ayihe use morete
Hom tum he jaha samene
Nazer se nazel herrne ablage
Bate bare hi rasete

Yerazi kumara ye nazehamara
Kare he kaisyata

Necane peh dil he
Kedil be nisyana dibana he abni
Kedun me dibana
are dil me dil ko pukara
lu me aya mil ne puka da…
man zil pyar e puka da
me hu sa gel tum hobina ta..
sitaro kimeh dil meguje gatarana
kehoto ke aya he dil ka pasana
sitaro kimeh dil meguje gatarana
kehoto ke aya